Bukan Hayalan. Ini Harapan.

Sumber Gambar: Banda Neira Mari kita mulai semua ini tanpa basa-basi. Aku yakin dan perca...

Sumber Gambar: Banda Neira


Mari kita mulai semua ini tanpa basa-basi.

Aku yakin dan percaya, semua orang pasti memiliki yang namanya mimpi. Dan, mimpi setiap orang pastinya berbeda-beda. Begitu juga Aku. Kau mau tahu? Aku adalah seorang pemimpi yang handal. Aku sering menghayalkan banyak hal. Entah itu tentang masa depanku. Atau, mencoba-coba menulis skenario yang manis didalam kepala. Hingga akhirnya aku sadar, tidak semua mimpi akan mampu aku kejar. Sekarang, aku lebih memilih merubah hayalanku, menjadi harapan. Harapan-harapan yang akhir-akhir ini sering aku perbincangkan dengan Tuhan.

Kau mau tahu apa saja harapan-harapanku? Baiklah. Kau cukup tetap duduk manis di situ. Aku akan memberitahumu apa saja harapan-harapanku itu.

Ini adalah harapanku untuk masa depan. Ya, berbicara tentang masa depan, berarti kita akan berbicara tentang kemungkinan. Masa depan akan selalu dipenuhi dengan beberapa kemungkinan-kemungkinan. Bisa jadi, apa yang kita harapkan bisa didapatkan. Dan, bisa jadi pula apa yang kita harapkan berakhir hanya sebatas harapan. Aku tahu, kau pasti sudah bertanya-tanya apa sebenarnya harapan yang aku maksudkan. Bersabarlah sebentar. Aku memang sengaja mengulur-ngulur waktu, untuk melihat seberapa besar rasa ingin tahumu.

Harapanku sederhana. Dan, mungkin ini juga harapan kebanyakan orang lainnya.

Dimasa depan, entah itu tiga tahun, empat tahun, atau lima tahun yang akan datang, Aku akan mempersunting seorang wanita yang akan menjadi Ibu dari anak-anaku. Sebelum sampai kesitu, tentunya aku harus meluruskan dulu hidupku. Menyelesaikan semua hal yang harus aku selesaikan, mencari pekerjaan, mengumpulkan uang untuk mewujudkan mimpiku yang pertama ini. Memang terdengar agak sedikit klise. Tapi, memang seperti itu seharusnya, bukan?

Setelah selesai harapanku yang pertama, aku melanjutkan ke harapanku berikutnya. Memiliki sebuah rumah. Ya, ini adalah harapanku yang kedua. Tidak perlu mewah, tidak perlu megah. Sederhana saja. Untuk urusan ini, izinkan aku yang mengatur semuanya.

Aku akan membangun sebuah rumah yang sederhana. Tapi aku yakin, kau akan menyukainya. Rumah yang akan aku bangun memiliki empat buah kamar. Satu untuk kamar tidurku, dan kamu tentunya. Kemudian untuk kamar anak-anak kita. Kalaupun nantinya kita mempunyai lebih dari satu anak, aku ingin mereka tetap di dalam kamar yang sama. Lalu kamar yang ketiga, akan aku gunakan sebagai tempat aku, kamu, anak-anak kita berkumpul. Akan aku sediakan video game, personal komputer. Aku tidak ingin sisa hidupku menjadi membosankan dengan semua urusan pekerjaan. Sesekali, aku ingin menjadi anak kecil kembali. Aku dan anak-anak akan bermain video game sepanjang hari. Tidak masalah kalau kau mau ikut. Atau kau hanya ingin menjadi salah satu suporter diatara kami? Tidak masalah.

Selain diisi dengan video game dan personal komputer, aku akan menjadikan kamar ini sebagai perpustakaan mini untuk keluarga kita. Seandainya bosan dengan bermain video game, kita bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku bersama di sini. 

Kamar yang keempat, Aku akan mengisinya dengan beberapa alat musik. Sekali lagi, aku tidak ingin sisa hidupku membosankan. Sesekali, kita akan menghabiskan waktu di kamar ini berdua. Kau yang bernyanyi, aku yang mengiringi. Dan, aku akan mengajarkanmu untuk bisa memainkan beberapa alat musik. Kau tertarik?

Bagaimana? Apakah kau suka? Jangan tersenyum dulu. Jangan berhayal, cukup aku saja. Tugasmu hanyalah meng-aamiin-kan semua harapanku. Hanya itu.

Kita beralih ke halaman belakang rumah. Sengaja aku menyediakan beranda untuk kita duduk berdua menghabiskan senja bersama. Satu buah meja kayu, dan dua buah kursi; untukku dan untukmu. Kita akan bercerita sepanjang senja, sehabis pulang kerja, sambil menyaksikan warna langit yang mirip seperti lukisan-lukisan. Aku tidak memerlukan pemandangan yang bagus untuk menghilangkan lelahku. Karena diwajahmu, aku sudah mendapatkan itu. 

Aku hampir lupa. Sedari tadi, aku hanya bercerita tentang rumah, anak-anak, halaman belakang, langit senja yang kemerahan. Aku lupa menuliskan harapan terbesarku. Sebelum Aku membangun rumah, memilik anak, duduk di beranda menghabiskan senja, Aku butuh seorang wanita untuk memulai semua harapan-harapanku.

Kau kah wanita itu?




Karimun, 10 Juli 2016
Dini hari, menuju pagi.

Beri Aku Kepastian. Atau, lepaskan.

sumber: Google Image Di atap sedang terjadi pesta dansa. Rinai hujan jadi penarinya. Telinga...

sumber: Google Image

Di atap sedang terjadi pesta dansa. Rinai hujan jadi penarinya. Telingaku tenang menyimak irama yang tidak pernah sama rimanya.
 
Aku begitu menyukai hujan. Menurutku, hujan selalu mempunyai dua sisi yang berlawanan. Disatu sisi, hujan menawarkan kepadaku perlindungan dalam keheningan yang nyaman. Disisi lainnya, hujan mampu menghidupkan kembali kenangan-kenangan yang pernah ku bunuh mati. Entahlah, aku juga tidak mau terlalu menyalahkan hujan. Bukankah manusia memang begitu adanya? Mudah melupakan sesuatu yang harus diingat, dan mudah mengingat yang seharusnya dilupakan.
 
Aku pernah mendengar, bagi orang-orang yang sedang patah hati atau bagi orang yang sedang menunggu kepastian, hujan yang turun ke bumi terdiri dari satu persen air, dan sembilan puluh sembilan persen kenangan. Entah itu benar atau tidak. Atau mungkin, itu hanya efek bagi orang yang terlalu banyak membaca buku-buku sajak?
 
Tapi, untuk saat ini, disaat hujan begini, aku merasa pernyataan diatas ada benarnya juga. Itu yang sedang aku rasakan. Menunggu kepastian.
 
Aku tidak akan sekalut ini, sandainya saja aku tidak terlalu cepat menjatuhkan hati. Aku akui, aku merupakan orang yang mudah menjatuhkan hati. Tapi susah untuk berdiri lagi ketika disakiti. Aku terlalu terburu-buru menitipkan hatiku padamu. Aku begitu menggebu-gebu menjadikanmu sebagai tempat menggantungkan rindu. Hingga akhirnya aku tahu, hanya aku yang menitipkan hatiku. Hanya aku yang menggantungkan rinduku padamu. Sedangkan kamu? Kamu seakan-akan begitu nyaman dengan hubungan kita yang sekarang. Hubungan tanpa ikatan. Tanpa kepastian.
 
Aku masih ingat, beberapa bulan yang lalu, ketika aku dan kamu mulai dekat. Kamu merupakan orang yang begitu spesial yang pernah aku kenal. Aku begitu sabar, menunggumu memberi kabar. Aku begitu senang, ketika diakhir pesan singkat, kamu menyelipkan kata “sayang”. Coba kamu bayangkan, bagaimana mungkin aku tidak terbawa perasaan, jika sikapmu saja sudah semesra itu? Sekali lagi, mungkin aku saja yang menganggap hal itu mesra. Sedangkan kamu? Menganggapnya hanya biasa-biasa saja.
 
Aku pernah beberapa kali bertanya tentang status kita. Tapi, tidak pernah mendapatkan jawaban atas apa yang aku pertanyakan. Kamu selalu saja mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Jujur aku katakan, selain kamu, banyak orang yang ingin mendekatiku. Mereka mencoba memikat hatiku. Dan, mereka tidak kalah cantik. Tapi, sayangnya, aku tidak tertarik. Untuk kamu ketahui, aku memang orang yang mudah menjatuhkan hati. Tapi, aku juga merupakan orang yang setia pada satu hati.
 
Sebenarnya, aku tidak menuntut banyak darimu. Yang aku butuhkan hanyalah kepastian. Aku siap mendengarkan apapun keputusan yang akan kamu berikan. Seandainya kamu juga merasakan hal yang sama denganku, tentu akan bahagia mendengar hal itu. Dan, jika tidak, tidak apa-apa. kalaupun pada akhirnya, kamu tidak bersedia bersama. Setidaknya, aku tahu, aku tak perlu lagi menunggu.  

Kalaupun kamu terlalu berat untuk membuat pilihan, biarlah aku yang memberimu pilihan. Aku hanya akan memberikanmu dua pilihan; beri aku kepastian. Atau, lepaskan. Agar aku tak lagi menggantungkan harapan.


HEBOH! Toples Tofik Dwi Pandu Tersebar Di Internet!

Hahahahahaha.   Bagaimana judul postingan gue kali ini? Greget nggak?   Jujur, akhir-akhir ini...

Hahahahahaha.
 
Bagaimana judul postingan gue kali ini? Greget nggak?
 
Jujur, akhir-akhir ini, gue sering baca iklan-iklan yang muncul di beranda facebook gue. Yang menurut gue, mereka menjebak kita untuk membaca artikel, dengan membuat judul yang bikin kita penasaran. Gue nggak tahu, apakah kalian pernah baca iklan yang gue maksud atau tidak. Yang jelas, gue sering gregetan sendiri jadinya. Pernah waktu itu, gue membaca sebuah iklan, yang judulnya itu, “Soal Gisel, terkuak pengakuan mencengangkan dari Gading Martin, AKUI bahwa dirinya...”.

 
Dokumen pribadi

Iya, judulnya memang cuma segitu.
 
Karena gue penasaran, akhirnya gue klik link tersebut. Gue pun membaca dari awal sampai selesai. Dan, kalian tahu apa isi beritanya?
 
CUMA RAHASIA TENTANG KEROMANTISANNYA SI GADING SAMA GISEL. DAN GADING BERCERITA, KALAU DIA MENDAPATKAN GISEL DENGAN CARA MENIKUNG. UDAH. GITU AJA.
 
Setelah selesai membaca berita tersebut, gue diam beberapa saat. Gue berusaha mengatur nafas gue yang sempat memburu karena penasaran dengan apa yang akan di akui sama Gading.
 
Hening
 
Gue masih mencoba untuk tenang
 
Terus, gue ngomong sendiri di depan laptop gue, “TERKUAK BULU HIDUNG LU REBONDING!”.
 
Terkuak apanya yang terkuak? Masalah Gading yang mendapatkan Gisel dengan cara menikung? Gading bilang begitu dengan nada bercanda. Terus, dimana letak terkuaknya kambiiiiiing?
 
Kesel Gue.
 
Hahaha. Oleh karena itu, gue menggunakan trik ini untuk membuat postingan ini, untuk MERAMAIKAN GiveAway-nya Bang Topik. (sengaja gue tulis “meramaikan”. Supaya kalau nggak menang, nggak kecewa-kecewa amat. Muehehehe).
 
Okeh, Bang, ini tulisan gue mengenai, “Who Is Toples Write?’.
***
 
Berbicara tentang Toples, hal yang ada di dalam otak gue adalah... (sengaja gue nggak lanjutin. Biar kayak berita yang udah bikin gue kesal tadi). Tapi, jangan sekali-sekali, kalian mengetikkan “Toples” di pencarian Google Image. Jangan!

Orang Indonesia, biasanya makin dilarang, makin dilihat. Yaudah, terserah kalian, mau lihat atau enggak. Yang jelas, gue udah sempat melarang. Tapi, cinta mana yang bisa dilarang? *ini apaan sih*
 
Oke. Gue serius.
 
Hal pertama yang akan gue bahas adalah, tentang tampilan keseluruhan Blognya Bang Topik. Karena temanya “Who Is Toples Write?”, jadi, gue HANYA akan membahas Blognya saja. Tentang siapa penulisnya Blognya mah, bodo amat gue. Hahahaha.
 
Khusus untuk mengikuti Give Away ini, dari jauh-jauh hari gue sudah stalking Blognya Bang Topik ini. Dan, ada satu postingan dari sekian banyak postingan yang di tulis sama Bang Topik, berhasil menarik perhatian gue. Yang judulnya, “7 Tips Memilih Sepatu”.
 
Kalau kalian tanya ke gue, kenapa gue suka dengan postingan yang itu? Gue nggak bisa memberi jawaban atas pertanyaan yang kalian pertanyakan. Gue suka aja gitu. Kan, kalau udah suka, kita nggak butuh alesan apa-apa. Tsssaah.
 
***
“Orang bilang kalau sukses berawal dari bawah. Gue setuju banget. Tapi bawah mana dulu nih bawah kaki apa bawah hidung? Atau bawah hati yang masih menunggu kepastian? Halah.”
 
Itu merupakan kutipan kalimat pembuka pada postingan Bang Topik tentang “7 Tips Memilih Sepatu”. Yap, gue juga bersependapat mengenai hal itu. Orang yang sukses, selalu mulai dari bawah. Tidak ada yang tiba-tiba langsung berhasil. Perlu perjalanan yang panjang untuk mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, gue akan mulai membahas tampilan Blognya Bang Topik ini dari bawah.
 
Alasannya? Biar beda daripada peserta Give Away yang lainnya. Dan, biar gue sukses di Give Away ini! BOOM!
 
***
 
Kita mulai dari bawah.
 
Jika kita tela’ah lebih lanjut, pada bagian bawah Blognya Bang Topik ini cukup banyak pernak-perniknya. Mulai dari : Google+ Followers, Widget Twitter, Widget Instagram, Widget Facebook, Banner Komunitas Blogger Cirebon, Zona Backlink yang kedip-kedip (hitam-hijau, hitam-hijau), Banner Warung Blogger,Back link search engine info, SEO Link Free.
 
Supaya lebih jelas, perhatikan skrinsyut ini.

Terus, kita beranjak naik agak ke tengah.
 
Di sini, tampilannya seperti kebanyakan blogger-blogger lain pada umumnya. Yaitu, berupa postingan-postingan Bang Topik yang beragam jenisnya. Di samping kanannya, terdapat beberapa widget. Seperti : Langganan via email, ADS, ABOUT ME, TOPLESHOLIC (mungkin ini semacam orang-orang pecandu ngemutin Toples. Gue juga nggak tahu), FANS KE, CATEGORIES, YANG LARIS, ARSIP, dan terakhir banner Blogger Energy yang terpampang gagah.
tengah
again
uyeaaah

 
Kita naik lagi ke atas.
 
iiiiuuuuuh
Jujur, ini bagian yang paling gue nggak suka. Gue harus ngebahas header Blognya Bang Topik, yang di situ terpampang jelas photo seorang cowok yang lagi pura-pura tidur. Terus, seolah-olah Dia sedang bermimpi. Cewek yang ada di dalam mimpinya itu adalah, pemeran utama hati, pemicu detak jantung ini. Raisa. Mantan gue.
 
Gue malas bahas lama-lama tentang headernya. Sakit hati ngelihat Raisa, pemeran utama hati gue, pemicu detak jantung gue, ada di headernya Bang Topik. Sakit.
 
Gue mau langsung ke menu yang ada di Blognya aja. Dalam agama gue, islam, di anjurkan untuk mendahulukan dari kanan ke kiri. Oleh sebab itu, gue akan mulai membahas menu yang ada, dari kanan ke kiri.
 
Dari kanan, Ada menu T2P Vector. Isi dari menu ini adalah, tentang Vector. Yang gue tahu, kalau Bang Topik ini cukup profesional dalam dunia Vector-vectoran. Jadi, kalau kalian mau pesan Vector, bisa langsung tekan menu tersebut. Tapi ingat, jangan salah tekan. Nanti ngilu.
 
Bergeser ke kiri sedikit, ada menu Art. Yang isinya itu, merupakan karya-karya dari Bang Topik. Cuma beberapa aja yang sempat gue baca. Kebanyakan karyanya dari hasil olahan Photosop.
 
Geser lagi, ada menu Contact. Isinya tentang contact yang bisa di hubungi seandainya kalian ingin ngirimin Dia pesan “Mama minta pulsa”. Kalian bisa dapatkan contactnya di situ.
 
Geser lagi ah, ada menu Kenalan. Yang isinya itu, seperti perkenalan singkat dari bang Topik. Di situ, Bang Topik udah ngejelsain panjang lebar perjalanan Blognya. Terus, filosofi dari Toples Write itu sendiri. Makanya, gue nggak akan menjelaskan lagi di sini.

Geser lagi dikit, ada menu Award. Yang isinya itu, beberapa penghargaan yang pernah Dia raih. Banyak baget Award yang udah BELIAU dapatkan. *sungkem*
 
Terakhir, ada menu Home. Udah ah, nggak perlu gue jelasin. Mau gue jelasin juga? Home itu Rumah. Udah, ya.
 

 
***

Di Toples Write ini, Bang Topik menulis berbagai macam hal. Bisa dibilang, random. Mulai dari keseharian Dia, tips-tips, mengenai Vector dan banyak lagi. Walaupun campur aduk, tapi selalu ada “sesuatu” disetiap postingan yang ditulis oleh Beliau. Dan, yang penting, Bang Topik tidak pernah MENGUAK hal-hal yang tak pantas untuk dikuak.
 
Ini akhir postinga gue kali ini. Gue cuma ada satu kritik, atau saran, atau pesan untuk Bang Topik.
 
“Bang, bangun dari tidur panjang lo, Bang. Raisa udah ada keenan Pearce. Lo kenal kan sama Keenan Pearce? Yang saudaranya Pevita itu loh, Bang. Yang jadi hayati. Ngomong-ngomong, Pevita itu mantan gue juga, Bang. Bangun, Bang. Banguuuuuuuuuuuuun!”
Mantan & mantan Abang Ipar Gue. Sumber: Google Image.


Kepada Kamu, Sekarangku.

Sumber: Google Image Kepada kamu, Sekarangku. Terimakasih, karena sudah bersedia bersama. Te...

Sumber: Google Image

Kepada kamu, Sekarangku.
Terimakasih, karena sudah bersedia bersama.
Terimakasih, karena sudah menciptakan beberapa bahagia.
Terimakasih, karena sudah membuat langitku kembali berwarna.
Terimakasih, karena sudah mengembalikan tawa yang sempat hilang entah kemana.

Kepada kamu, Sekarangku.
Maaf, kalau akhir-akhir aku sering membuatmu cemburu, karena harus membaca beberapa kisahku di masa lalu. Tidak ada sedikitpun niat ku untuk melakukan hal itu. Tapi, aku harap kamu mengerti. Untuk beberapa waktu ini, aku sedang membutuhkan mereka. Mereka yang pergi, dan meninggalkan beberapa bahagaia, ataupun luka di hati. Aku sengaja mengais kembali kisah-kisah yang pernah terjadi, untuk menyelesaikan buku yang sedang aku tulis kini. Jangan takut. Kamu tidak perlu merasa kalut. Sebab, sejauh-jauhnya aku mengenang, aku tahu jalan untuk kembali pulang.

Kepada kamu, Sekarangku.
Aku berharap, tetaplah di sampingku semampumu. Tidak perlu bersusah payah mengucap sumpah, memaksakan diri mengucap janji, untuk bersama selamanya. Sebab, seperti yang telah kita ketahui bersama, “selamanya” itu, tidak lama. Jalani saja sebagai mana mestinya. Hingga nanti kita akan tahu sendiri, bagaimana akhir dari kisah kita ini.

Kepada kamu, Sekarangku.
Aku hanya ingin kamu mengerti dan pahami hal ini. Seandainya nanti, kamu merasa ada yang berubah, tidak usahlah kamu merasa resah. Sebab, yang namanya perubahan dalam hubungan, sudah pasti ada. Aku percaya, cepat atau lambat, hal itu akan terjadi juga. Dan, aku berharap, perubahan yang terjadi nanti, tidak akan mampu merusak apa yang sudah kita bangun hari ini.

Kepada kamu, Sekarangku.
Titik dua bintang. Tetaplah jadi tempat aku pulang.

Heru Arya dan wortelnya yang panjang, Hmmpphhh...

Pertama, gue mau memberi tahu kepada kalian semua, bagaimana cara membaca judul postingan gue kal...



Pertama, gue mau memberi tahu kepada kalian semua, bagaimana cara membaca judul postingan gue kali ini. Hal ini sangat penting, agar tidak ada kesalah pahaman di antara kita. Sudah cukup dengan ada dusta di antara kita, jangan lagi di tambah dengan kesalah pahaman. Jangan.

Jadi, cara membacanya adalah, pada enam kata pertama; Heru, Arya, dan, wortelnya, yang, panjang, kalian boleh membacanya dengan nada yang biasa-biasa saja. Tapi, pada bagian, “hmmpphh...”, usahakan ada penekanan yang lebih. Tapi, jangan terlalu berlebihan. Takutnya, kalau kalian lagi membaca postingan ini di tempat umum, kalian bakalan di anggap sedang membaca yang aneh-aneh. Jadi, ingat pesan gue. Cukup hanya ada dusta di antara kita, jangan di tambah dengan kesalah pahaman.

***

Sudah lama banget gue nggak bikin postingan beginian. Tenang, hari ini gue enggak akan membaper-lantakkan (istilah lain dari meluluhlantakan) hati kalian semua. Hari ini gue enggak bakalan nulis yang berbau-bau sajak.

Hari ini, gue mau cerita tentang wortelnya Heru Arya yang panjang. Emangnya, sepanjang apasih wortelnya si Heru ini? Oke, baiklah, olraik. Kalau kalian mau tahu, cukup baca postingan gue kali ini. Duduk yang manis. Tapi, jangan terlalu manis. Biasanya, yang manis-manis itu ngangenin.

Jadi gini, pada tanggal 29 januari kemaren, Om Heru bikin sebuah postingan di blognya tentang Give Away untuk memperingati hari jadi blognya yang ke tiga tahun. Dan, hadiah yang di tawarkannya pun cukup menggiurkan, menurut gue. Ada Buku baru “Blogger Baper”, yang di tulis secara keroyokan oleh anggota-anggota Blogger Energy, Terus pulsa, dll.

Untuk Give Away kali ini, Om Heru memberikan kesempatan kepada semua teman-teman Blogger untuk mereview Blog-nya. Dan, tema yang di angkat untuk kali ini adalah, “Tulisan Wortel Punya Cerita”. Setelah gue pikir-pikir, enggak ada salahnya untuk gue ikutan, untuk meramaikan Give Awanya Om Heru kali ini. Nasib-nasib gue bisa dapat hadiahnya.

Untuk itu, gue akan mencoba menceritakan perjalanan Blog-nya Om Heru. Dan, inilah ceritanya...

***

Sebelum gue menceritakan tentang Blognya-nya Om heru, yaitu Tulisan Wortel, alangkah baiknya gue memperkenalkan kepada kalian perihal empunya dulu. Yaitu, Heru Arya. Karena, ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Tak cinta maka tidak akan ada yang namanya luka dan air mata.

Heru Arya, anak kedua dari dua bersaudara. Iya, Om Heru ini punya kakak. Jadi, bisa di bilang, Om Heru ini merupakan anak yang paling bungsu, atau yang terkahir. Om Heru lahir dari keluarga yang tidak miskin, tapi kurang kaya, ya bisa di bilang sederhana dan bahagia, tentunya. Karena menurut dia, “bahagia itu lebih dari segalanya, indah berbagi, indah bersama, dan indah dalam kebahagiaan”. Untuk sepengetahuan kalian semua, Om Heru ini, selain teman gue di dunia maya (blogger), juga meruakan teman gue di dunia nyata. Memang kebetulan kami adalah anggota Blogger Energy regional Pekanbaru. Tapi, kalau kalian beranggapan, gue tahu banyak tentang Om heru karena dia emang teman gue, kalian salah besar.

Terus, darimana gue tahu sedikit banyak tentang Om heru Arya? Jawabannya adalah, gue adalah, “Pemuja Rahasia” Heru Arya. Hahahaha.

Ya enggaklah. Gue tahu ini semua, dari menu "About" di Blognya dia. Noh, lihat aja sendiri di Blognya. Di situ di jelasin semua sama Om Heru tentang dia.

Oke, gue kira, untuk perkenalan dengan empunya cukup sampai disini saja. Sekarang, kita lanjut ke Blognya Om Heru Arya. Tulisan Wortel.

***

Dewasa ini, Blog merupakan.. Yaelah. Gue jadi terbawa suasana seperti sedang menulis latar belakang skripsi. Hahahaha. (Om Heru, gue nggak ada maksud untuk menyindir, loh. Gue tahu Om sedang bergelut dengan sekeripsi. Tapi gue nggak bermaksud apa-apa. Ini hanya spontanitas belaka).

Oke, serius.

Gue udah kenal dengan Om Heru ini mulai dari tahun 2012. Itu adalah awal-awal gue ngeblog. Sedangkan Om Heru, sudah mulai ngeblog mulai dari tahun 2011. Seperti kebanyak orang-orang yang baru mengenal dunia Blogger, waktu itu Om Heru membuat sebuah blog yang di beri nama "Harian Arya". Tapi, blog pertamanya itu lingkup karena enggak terurus.

Entahlah.

Beranjak ke 2012, Om Heru kembali membuat Blog. Dan, nama yang di pilih untuk Blognya ini adalah, “Ocehan Arya”. Terkesan alay, ya? Menurut gue enggak. Malah, pada tahun 2012, hal-hal alay di anggap keren. Hahaha.
*hening*
Entah kenapa, akhirnya Om Heru mulai sadar, kalau nama Blognya itu tidak enak di pandang di masyarakat. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengganti lagi nama Blognya. Kali ini, dia mengganti Blognya dengan nama, “Sudut Lain Seorang Penulis”. Wiiiiiiiiiiiihhhh. Sedap. Entah sudut siku-siku, sudut lancip, gue pun enggak tahu. 

Sudut siku-siku, mungkin.
Tidak berhenti disitu, Om Heru kembali mengganti nama Blog-nya. Kali ini dengan nama, “Tuwor”. Gue nggak tahu, apakah itu semacam adik kandungnya Tumor atau bukan. Rupanya, itu merupakan singkatan. Tuwor = Tulisan Wortel. Keren sih, tapi rela bagi-bagi? *Eh

Adik kandungnya Tumor. Satu Ayah, cuman beda ibu.
Dan, dari sinilah cikal bakal Tulisan Wortel lahir.

Cikal Bakal Tulisan Wortel

Finally Akhirnya

***

Waktu awal-awal ngeblog, tentunya Blog kita akan sangat sepi dengan yang namanya pembaca dan komentar. Dan, dari sinilah gue mulai kenal dengan Om Heru ini. Gue yang baru punya Blog, sering mampir ke Blognya Om Heru. Begitu juga dengan Om Heru. Sering “kunbal” ke Blog gue.
Kalian nggak percaya?
Nih Buktinya.

Awal-awal ngeblog. Emang cuma kami berdua yang saling komen-komenan. Miris memang.

Setelah Om Heru mampir ke Blog gue, baru gue main ke Blog dia. Hahahaha.

Gue akui, Om Heru ini merupakan orang yang gigih dalam berjuang. Kalian pasti tahu kan, Dia menyebut dirinya sebagai “Pangeran” di Blognya? Awal mula gue kenal sama Om Heru dan Blognya, gue merasa heran.

“Apaan sih, Pangeran-pangeran?”

“Nggak ada sebutan yang lebih waw lagi gitu?”

Tapi akhirnya gue sadar. Yang di lakukan Om Heru itu adalah untuk menciptakan karakter Dia sebagai Blogger personal. Buktinya, sekarang orang-orang yang berkunjung ke Blognya dia, pasti memanggil dia dengan panggilan “Pangeran”. Dan, sekarang gue sadar, Om Heru sudah berhasil menciptakan karakter di Blognya sendiri. Dan itu, keren. Karena Om Heru pernah bilang ke gue, kalau karakter itu di ciptakan, bukan di cari. Itulah kesalah gue selama ini. Gue sibuk mencari karakter gue. Hingga akhirnya, gue mencoba menciptakan karakter gue sendiri. Yaitu menulis dengan gaya yang agak-agak bersajak, dan mendayu-dayu gimana gitu.

Okeh. Ini akhir postingan gue kali ini. Sekarang kalian paham kan, dengan judul postingan gue? Iya, memang panjang perjalanan Blog Tulisan Wortel-nya Om Heru ini.

“jadilah seperti wortel. Meskipun dari luar yang terlihat hanya daunnya saja, tapi di dalam memiliki isi yang banyak manfaatnya. Tsssaaaaaah” -Budak Sadjak

Maksudnya, biarkan orang menilai kita semaunya mereka. Tak jarang, mereka menilai hanya melihat dari luarnya kita saja. Yang paling penting adalah, kita yakin, dalam diri kita terdapat sesuatu yang istimewa.